Tradisi : Sastra Kuno Lontar Pengayam-ayaman Tajen Bali

Tradisi : Sastra Kuno Lontar Pengayam-ayaman Tajen Bali

Tajen Bali

Tajen bali merupakan salah satu tradisi sabung ayam diindonesia yang memiliki banyak peminatnya,. Salah satu sastra yang terkenal ketika melakukan tajen bali adalah lontar pengayam-ayaman,. Sastra ini menyebutkan beberapa ciri dari ayam aduan yang bisa memenangkan pertandingan sabung ayam namun harus sesuai hari, warna bulu dan juga sifat dari ayam tersebut.

Lontar Pengayam-ayaman

Dalam permainan adu ayam tajen ini biasanya berpatokan pada sebuah sastra kuno yang disebut lontar pengayam ayaman seperti yang sudah kami katakan diatas,. Lontar ini isinya menguraikan tentang hari baik dan buruk dalam menentukan kemenangan dalam permainan tajen,. Meski lontar ini sudah sangat lama, namun masih sering digunakan oleh para pemilik adu ayam sebelum turun ke arena peraduan,. Karena mereka yang percaya memang bisa memenangkan pertandingan sesuai dengan sastra yang tertulis pada lontar pengayam ayam tersebut.

Ada beberapa penamaan umum untuk ayam aduan di Bali yang digunakan dan juga untuk lebih memahami lontar pengayam ayaman tersebut terlebih dahulu,.

  • Buik merupakan sebutan untuk Ayam Jago yang memiliki bulu berwarna-warni
  • Kelau atau kelawu untuk ayam aduan yang memiliki bulu berwarna abu-abu
  • Bihing atau Biying sebutan ayam tarung yang memiliki bulu berwarna merah.
  • Wangkas sebutan untuk ayam adu yang memiliki dada berbulu putih dan pada bagian sayapnya berwarna merah.
  • Brumbun untuk “petarung” memiliki kombinasi warna bulu merah, putih, dan hitam.
  • Sa sebutan ayam jago yang memiliki bulu berwarna putih.
  • Ook sebutan untuk ayam petarung yang memiliki keadaan bulu paga bagian lehernya sangat lebat
  • Jambul merupakan sebutan untuk ayam aduan bila tumbuh bulu (jambul) di bagian kepala
  • Godek untuk ayam tarung yang memiliki bulu di bagian kaki.
  • Sangkur untuk ayam adu dimana keadaan fisiknya tanpa bulu ekor

Dalam meramaikan arena Tajen ini terdapat teriakan yang membuat suasana arena semakin riuh,. Berikut kode kode teriakan tersebut.

  1. Gasal adalah sistem taruhan dengan perbandingan lima banding empat.
  2. Cok adalah sistem taruhan tiga lawan empat,
  3. Pada (sama) adalah taruhan satu lawan satu.
  4. Telude adalah dua banding tiga,
  5. Apit adalah menggunakan satu banding dua,
  6. Kedapang adalah sembilan banding sepuluh.

Hingga saat ini tradisi atau budaya sabung ayam ini masih diadakan untuk upacara seperti Tabuh Rah tersebut,. Bahkan Bali juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya para penggemar permainan sabung ayam diseluruh indonesia,. Demikianlah akhir dari pembahasan kita pada kesempatan kali ini, semoga bisa membantu kalian para penghobinya untuk menambah ilmu mengenai tradisi tajen bali ini, terimakasih telah berkunjung.

Leave your Comments